Pada tahun ini, Kabupaten Gresik menjadi destinasi istimewa bagi pelaksanaan KKN BBK 3 (Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas 3) Universitas Airlangga. Terpilihnya Gresik sebagai satu dari tiga kota tujuan KKN BBK 3 Unair, bersama dengan Kabupaten Banyuwangi dan Kota Surabaya, menandai awal dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan mulai tanggal 9 Januari hingga 3 Februari 2024. Salah satu desa atau kelurahan yang menjadi fokus kegiatan adalah Kelurahan Kebomas. Dalam upaya memberdayakan masyarakat setempat, terdapat satu kelompok mahasiswa KKN BBK yang terdiri dari 9-10 orang, tersebar di berbagai kelurahan dan desa. Kelurahan Kebomas menjadi sorotan karena memiliki potensi unik, yaitu industri pedagang jamu yang berkembang pesat.
Dari situ, muncul ide kreatif mahasiswa BBK 3 Unair untuk memberdayakan komunitas produsen jamu di Kelurahan Kebomas. Tanaman obat keluarga (TOGA) seperti kunir, temulawak, sirih, dan pandan menjadi bahan utama dalam pembuatan jamu. Mahasiswa BBK melihat peluang besar dalam mengenalkan TOGA pada masyarakat setempat, dengan mengambil langkah awal melibatkan murid-murid kelas 1 dari Sekolah Dasar Negeri 22 Gresik. Kegiatan pengenalan TOGA pada siswa SD dilakukan melalui metode yang menarik, yakni belajar mewarnai gambar tanaman TOGA oleh murid. Selain itu, mahasiswa BBK memberikan alat peraga berupa tanaman TOGA itu sendiri, seperti kunyit, temulawak, jahe, daun pandan, kencur, dan daun sirih. Antusiasme tampak jelas dari ekspresi wajah murid-murid SD, yang turut serta aktif dalam kegiatan tersebut.
Dengan langkah ini, Mahasiswa KKN BBK 3 Unair tidak hanya memberikan pengetahuan tentang tanaman obat keluarga kepada murid-murid, tetapi juga merangsang perkembangan industri jamu lokal di Kelurahan Kebomas. Melalui pendekatan yang kreatif dan berdaya guna, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.